Kamis, 08 Maret 2018

3 Fakta Kanker dan Mitos yang Mengikutinya

3 Fakta Kanker dan Mitos yang Mengikutinya

Mungkin Anda pernah mendengar terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan kanker dan secangkir teh hijau dapat mengurangi risikonya.

Mitos lain yang mungkin pernah Anda dengar lainnya adalah operasi kanker justru bisa membuat penyakit lebih parah.

Informasi yang salah terus berkembang dan inilah mitos yang dibantah oleh dua ahli dilansir Newsweek, Rabu (7/3/2018).

1. Kafein menyebabkan kanker

Dokter bedah Dr Syed Ahmad, yang mengkhususkan diri pada penyakit pankreas dari University of Cincinnati Cancer Institute, mengatakan kepada Newsweek bahwa pasiennya sering khawatir saat meminum kafein karena bisa menyebabkan kanker.

"Kami pikir itu tidak benar. Sudah banyak penelitian yang telah dilakukan dan tidak ada hasil yang menunjukkan hubungan antara kafein dan kanker," kata Ahmad.

Sebaliknya, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kafein dapat mencegah kerusakan DNA dan dapat melindungi tubuh dari penyakit ini.

Ahmad mengingatkan untuk mengonsumsi kafein secukupnya. Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan tidur bermasalah dan meningkatkan risiko osteoporosis.

2. Paparan udara membuat tumor menyebar

Ada juga yang mengkhawatirkan bahwa operasi tidak menghilangkan tumor, tapi justru membuatnya makin menyebar. Mitos yang beredar ini karena udara yang masuk saat operasi membuat tumor menyebar.

Dr Julian Guitron, ahli bedah toraks dan paru-paru dari Universitas Cincinnati, juga sudah sering mendengar mitos ini.

Ia berpendapat, pemikiran ini bermula sebelum teknologi CT scan yang mampu memberi gambaran jelas tentang tumor atau kanker tersedia. Dulu, sebelum dokter mengeluarkan kanker ternyata kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Saat pasiennya tidak yakin dengan penalaran itu, Guitron menjelaskan, tubuh membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.

"Sel Anda selalu mendapatkan oksigen, kalau tidak mereka tidak akan hidup," katanya.

3. Kanker paru selalu disebabkan oleh merokok

Faktanya merokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru, tapi bukan berarti ini satu-satunya cara terjangkit kanker paru-paru.

Guitron membeberkan, seperlima orang Amerika meninggal karena kanker paru-paru, padahal tidak ada catatan mereka merokok.

"Mitos, kalau ada yang mengatakan saya tidak merokok maka saya tidak akan terjangkit kanker paru-paru," kata Guitron.

Ia mengatakan, terkena debu asbes, arsenik, knalpot kendaraan bermotor, gas alam dari bebatuan, dan debu bangunan berlebih dapat memicu kanker paru-paru.

Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi banyak buah dan sayur, berolahraga, dan membatasi alkohol dapat menurunkan risiko terjangkit banyak jenis kanker.

0 komentar:

Posting Komentar