Benarkah Pakai Bra saat Tidur Cegah Payudara Kendur

Benarkah Pakai Bra saat Tidur Cegah Payudara Kendur

Pernah ada rumor yang mengatakan bahwa rahasia keindahan payudara Marilyn Monroe terletak di kebiasaannya memakai bra saat tidur. Mungkin, banyak wanita yang percaya dan mempraktikkan hal yang sama dengan Monroe.

Tapi, kita perlu bisa membedakan mana mitos dan mana fakta ilmiah agar tidak terjebak ke dalam harapan palsu.

Pertama, penting untuk memahami apa yang menyebabkan payudara Anda menjadi kendur.

Payudara kendur disebabkan oleh kombinasi berbagai hal. Hilangnya elastisitas akibat bertambahnya umur adalah penyebab utama. Mirip dengan kulit wajah, kulit di sekitar payudara juga akan kehilangan kekencangannya karena usia.

"Bahkan payudara kecil juga bisa menjadi kendur, karena kehilangan elastisitas," kata Elliott Heller, M.D. dari Associates in Plastic Surgery.

Lemak juga memainkan peran utama dalam menentukan kekencangan payudara Anda. "Penuaan, terutama menjelang dan sesudah masa menopause, bisa meningkatkan jumlah kandungan lemak payudara," jelas Jamil Abdur-Rahman, M.D., ketua Divisi Kebidanan dan Kandungan di Medical Center Vista East di Illinois.

Dengan bertambahnya jumlah kandungan lemak maka bobot payudara juga akan meningkat dan memberi beban lebih pada jaringan ikat yang menyangga payudara.

Terakhir, jaringan kelenjar juga memainkan peran utama dalam menjaga kekencangan payudara. Jaringan-jaringan ini ada di daerah yang berbeda di tubuh Anda. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga debit cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina dan ASI. Jaringan kelenjar ini sangat tipis namun padat.

"Bila Anda memiliki jaringan kelenjar dalam jumlah yang banyak, payudara akan nampak lebih kencang," kata Abdur-Rahman.

Sangat sulit untuk mengetahui apakah payudara Anda memiliki jaringan kelenjar dalam jumlah banyak jika hanya mengandalkan pemeriksaan tradisional atau pandangan mata.

Tetapi, jika ukuran payudara berfluktuasi mengikuti berat badan, maka payudara Anda cenderung mengandung lebih banyak lemak ketimbang jaringan kelenjar. Ini berarti, payudara Anda cenderung kendur.

Jadi apakah benar, mengenakan bra saat tidur bisa mencegah payudara kendur?

Tidak ada bukti nyata bahwa pemakaian bra bisa mencegah hal itu. "Bra dirancang untuk membantu mengangkat payudara," kata Mia Talmor, M.D., staf pengajar di Divisi Bedah Plastik di Rumah Sakit Prebystarian New York.

Artinya, fungsi bra hanya membantu mengangkat payudara dalam posisi vertikal. "Tapi ketika Anda berbaring, Anda perlu lebih banyak dukungan horisontal karena posisi payudara jadi melebar dari sisi ke sisi," kata Talmor.

Talmor percaya bahwa mengenakan bra di malam hari tidak akan banyak membantu. Pasalnya, bra dibuat sebagai penyangga vertikal, bukan horisontal. Tetapi, para ahli lain mengatakan bahwa lebih baik ada dukungan dari bra daripada tidak ada sama sekali.

"Mengenakan bra akan mengurangi ketegangan dan peregangan jaringan payudara," kata Matthew Schulman, M.D., seorang ahli bedah plastik di AS.

Intinya, belum ada cukup bukti yang meyakinkan bahwa tidur dengan bra akan membantu mencegah payudara kendur. Namun, para ahli sepakat bahwa memakai bra saat tidur, tidak berbahaya.

Jadi, jika Anda merasa lebih percaya diri mengenakan bra pada saat terlelap, silakan lakukan. Pastikan Anda memilih bra yang yang nyaman.

"Saya sarankan, gunakan sport bra dari katun agar kulit bisa bernapas bebas, tanpa bantalan atau underwire (kawat penyangga)," kata Schulman.

"Mengenakan bra yang terlalu ketat dapat menghambat aliran cairan limfatik," kata Abdur-Rahman.

"Hal ini dapat menyebabkan lymphedema (pembengkakan) payudara, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan perubahan warna kulit sementara."

Sedangkan, underwire dapat menggesek kulit dan menyebabkan iritasi. Jadi, yang terbaik adalah kenakan bra yang cukup longgar dan nyaman menurut Anda.

Penemuan Bra Bagi Wanita itu Pembebasan atau Penindasan

Penemuan Bra Bagi Wanita itu Pembebasan atau Penindasan

8 Maret selalu diperingati sebagai hari perempuan internasional. Berhubungan dengan perempuan, salah satu penemuan yang mengubah dunia perempuan adalah bra.

Selain memang dibutuhkan oleh hampir semua perempuan, penemu bra juga seorang perempuan. Sejarahnya pun tidak terlepas dari perjuangan perempuan.

Sebelum adanya, bra, perempuan menekan dirinya sendiri dengan menggunakan korset. Penggunaan korset ini ditujukan agar mereka membentuk citra tubuh ideal perempuan pada era Victoria.

Citra yang dimaksud adalah payudara besar yang menggairahkan di atas pinggang yang kecil. Sebuah standar kecantikan yang dianut oleh banyak wanita sejak tahun 1.500-an.

Dengan standar kecantikan tersebut, wanita di era Victoria cenderung memaksakan diri menggunakan korset yang menyiksa untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Bahkan, korset menjadi salah satu benda wajib yang dikenakan wanita untuk memakai gaun agar terlihat apik.

Sayangnya, dokter mulai menyalahkan korset untuk berbagai penyakit. Mulai dari pingsan akibat sesak napas hingga atrofi otot (penurunan massa otot).

Di lain pihak, para feminis juga menyelahkan korset karena dianggap membatasi wanita, baik secara fisik maupun simbolis.

Perlawanan Citra

Akhirnya, pada 1914 perempuan dunia mampu lepas dari pakaian yang menekan tubuh sepanjang hari tersebut. Ini ditandai dengan dipatenkannya bra modern pertama kali.

Tokoh dibalik itu adalah Caresse Crosby atau yang memiliki nama kecil Mary Phelps Jacob. Dia menyebut temuannya tersebut sebagai "backless brassiere".

Singkat cerita, Jacob menciptakan bra sebagai alat agar dia tidak harus mengenakan korset.

Dalam laporan The Telegraph pada 2009, penciptaan bra oleh Jacob ini terjadi saat dia melihat efek dari pakaiannya. Dia merasa bentuk tubuhnya disabotase "baju besi seperti perban dan tali pengikat merah muda" yang menonjol di atas leher.

Selanjutnya, dia menolak mengenakan korset. Dia justru meminta pelayannya mengambil dua sapu tangan dan pita merah muda.

Dia menyulap kedua saputangan tersebut menjadi bra modern yang kita kenal saat ini.

Setahun setelahnya, dia mematenkan bentuk bra modern rancangannya tersebut. Hal ini dilakukan setelah Jacob mendapat banyak pertanyaan tentang bagaimana ia bisa bergerak dengan bebas oleh teman-teman perempuannya.

Perkembangan Bra

Saat ditemukan oleh Jacob, bra kemudian diproduksi hanya dalam satu ukuran saja. Padahal, seperti yang kita tahu, masing-masing perempuan memiliki ukuran tubuh dan payudara yang berbeda.

Maka, perkembangan bra terus berlanjut. Pada 1928, sistem ukuran bra modern diperkenalkan oleh William dan Ida Rosenthal.

Mereka memperkenalkan sistem A, B, C, dan D cup.

Saaat mode berkembang, tampilan androgini mulai disukai pada tahun 1920-an. Bra bendau mulai populer untuk jenis mode ini.

Bra tersebut membuat pemakainya terlihat berdada rata.

Bra ini juga mirip dengan yang digunakan pada masa Yunani kuno hingga Romawi, yang menggunakan pembalut perban dari wol atau linen untuk mengamankan payudara mereka saat aktivitas, terutama atletik.

Selanjutnya, tahun 1930 sampai 1940-an, industri bra berkembang setelah ditemukannya tali elastis dan bantalan untuk cup bra.

Tepatnya pada 1947, bra berbantalan pertama diciptakan dengan nama "Rising Star". Setahun kemudian push up bra (bra yang membuat bentu payudara lebih menonjol) diciptakan.

Membuat Citra Baru

Adanya push up bra kembali membuat kita teringat pada standar kecantikan wanita masa Victoria, di mana payudara besar menjadi sorotan. Hal ini juga disadari oleh para feminis.

1968, para feminis melakukan aksi membakar bra pada kontes Miss America. Mereka menyebut bra sebagai "alat penindasan perempuan".

Meski begitu, perkembangan bra terus berlangsung. Bahkan, menurut laporan New York Daily News, saat ini permintaan ukuran bra terus meningkat.

Selain itu, permintaan bra dengan garis leher rendah dan payudara yang lebih besar juga terus meningkat.

Otoritas Tubuh Perempuan

Hal ini tidak terepas dari pandangan pria terhadap citra tubuh perempuan yang ideal. Dengan kata lain, bra bisa menjadi simbol "penindasan" terhadap perempuan karena tidak memiliki otoritas tubuhnya sendiri.

Menanggapi hal ini, Harti Muchlas yang merupakan direktur Rifka Annisa, sebuah lembaga perlindungan perempuan yang berbasis di Yogyakarta menyebut bahwa akar persoalannya adalah otoritas tubuh perempuan.

"Dari zaman terdahulu sampai zaman sekarang, perempuan itu kan tidak memiliki otoritas terhadap tubuhnya sendiri," ungkap Harti, Rabu (07/03/2018).

"Jadi, dia (perempuan) selalu berperilaku sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dirinya," tegas Hari.

Selain itu, Harti juga mengungkapkan bahwa tidak hanya bra semata yang menunjukkan bahwa perempuan selama ini belum benar-benar memiliki otoritas terhadap tubuhnya sendiri.

"Saya kira tidak hanya bra semata, tapi ada banyak hal lainnya seperti warna kulitnya harus bagaimana, rambutnya harus bagaimana," ujar Harti.

"Banyak hal yang melekat dari tubuh perempuan ituyang dijadikan simbol seksualitas laki-laki. Salah satunya ukuran payudara perempuan," imbuhnya.

Selama ini, perempuan dianggap semakin menarik dan seksi ketika memiliki ukuran payudara yang semakin besar.

"Mungkin sejarahnya, memang itu (bra) untuk melindungi perempuan, tapi substansinya bahwa dari zaman dulu sampai zaman sekarang perempuan tidak bisa memutuskan otoritas atas tubuhnya sendiri," tutup Harti.

Pertanda Apa Ribuan Bangkai Bintang Laut di Temukan di Pantai Inggris

Pertanda Apa Ribuan Bangkai Bintang Laut di Temukan di Pantai Inggris

Mata media sosial internasional tengah tertuju pada pantai-pantai di Inggris. Setelah Britania Raya mengalami cuaca yang luar biasa dingin dan berbadai, ribuan bangkai bintang laut mulai terdampar di pesisir selatan negara tersebut sejak 3 Maret 2018.

Marine Conservation Society juga melaporkan adanya makhluk laut lain, seperti ikan, lobster, kerang, anemone, kepiting  dan landak laut, yang ikut terdampar. Menurut organisasi tersebut, ini merupakan salah satu pendamparan massal terbesar dalam sejarah Britania Raya.

Jadi, apa yang sedang terjadi di lautan Inggris?

Andrew Cabrinovic dari National History Museum yang merawat koleksi spesimen bintang laut berkata dalam situs museum tersebut bahwa terdamparnya bintang laut bukanlah hal yang unik dan kerap terjadi setiap tahun. “Namun, pendamparan sebanyak ini jarang terjadi,” ujarnya.

Menurut dia, cuaca yang buruk adalah penyebab utama terjadinya fenomena ini. Arus air yang kuat bisa dengan mudah mengangkat bintang laut dari pasir dasar laut yang lembut dan membawanya ke pantai.

Melihat begitu parahnya badai minggu lalu, bukan tidak mungkin air laut dalam ikut bergerak dan memindahkan bintang laut dalam jumlah massal.

Dead starfish & lobsters have been washed up & scattered on UK beaches after the recent cold weather https://t.co/BhfeoCl6Rn pic.twitter.com/rImEMr62n9

— BBC News (UK) (@BBCNews) March 5, 2018

Pendapat Cabrinovic disetujui oleh Dr Chris Mah, seorang peneliti bintang laut dari Institusi Smithsonian. Dalam situsnya dia menulis, dalam setiap kejadian seperti ini, selalu ada laporan badai atau angin kencang.

“Anda harus ingat bahwa badai tidak hanya angin kencang dan arus laut yang berombak. (Badai) juga berarti tambahan air tawar. Echinoderm terkenal tidak tahan dengan air tawar, jadi kadar garam yang rendah di laut mungkin membuat mereka cukup lemah untuk terbawa ke pantai,” tulisnya.

Walaupun kelihatannya mengerikan, Cabrinovic dan Mah berkata bahwa pendamparan massal ini tidak perlu dikhawatirkan. Bintang laut Asterias rubens bisa ditemukan di seluruh pesisir Inggris dan Irlandia. Spesies ini juga bereproduksi dengan sangat cepat.

“Walaupun tampaknya ada ratusan atau bahkan ribuan individu, ingat bahwa kebanyakan spesies ini bisa ditemukan di mana-mana dan beranak cucu hingga ratusan ribu,” imbuh Mah.