Tips Memilih Jaket Pria Terbaru yang Nyaman dan Stylish

Tips Memilih Jaket Pria Terbaru yang Nyaman dan Stylish

Jaket merupakan salah satu outfit yang sering dikenakan pria untuk menunjang penampilannya. Untuk itu saat membeli jaket pria terbaru tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Anda harus mempertimbangkan kenyamanannya namun juga tidak mengabaikan fungsinya sebagai bagian dari fashion. Seperti outfit pakaian lainnya, jaket cukup mudah ditemukan di berbagai toko pakaian, toko online, serta pusat perbelanjaan. Model, bahan, warna, dan harganya pun sangat bervariasi. Sehingga terkadang cukup membuat kita kebingungan untuk memilih yang sesuai dengan kenyamanan dan terlihat menarik saat dikenakan.

Agar tidak salah menentukan jaket yang sesuai untuk dikenakan, ada beberapa tips-tips yang bisa Anda lakukan saat membelinya, antara lain sebagai berikut:

1. Sesuaikan jenis bahan.

Tips pertama yang bisa Anda lakukan saat membeli jaket baru adalah menyesuaikan jenis bahannya terlebih dahulu. Setiap orang memiliki tujuan sendiri-sendiri saat membeli jaket, seperti untuk jalan-jalan santai, untuk berpetualang, touring, atau bekerja dan kuliah. Tujuan yang berbeda-beda ini akan membutuhkan pilihan yang berbeda pula untuk jenis bahan jaket yang tepat. Untuk kegiatan santai, jaket dengan bahan yang lembut dan sejuk saat dipakai akan lebih tepat. Sedangkan untuk kegiatan outdoor seperti naik ke gunung akan sangat tepat memilih jaket dengan bahan yang hangat saat dipakai, ringan, namun mudah kering saat terkena air.

2. Memilih desain jaket yang disukai.

Selanjutnya saat Anda memutuskan untuk membeli jaket pria terbaru, tentukanlah desain jaket yang sesuai dengan selera Anda. Entah menyukai desain yang kekinian atau mungkin desain jaket yang sudah agak lama. Sebab dengan memilih jaket yang disukai kemungkinan besar akan lebih percaya diri saat dikenakan dalam aktivitas. Desain jaket itu sendiri sangat banyak sekali macamnya. Ada yang memiliki desain yang sesuai untuk anak muda, seperti jaket parka, serta ada yang didesain untuk segala usia. Untuk itu semua dikembalikan lagi kepada selera masing-masing. Tentukan jaket dengan desain yang Anda sukai dan nyaman dikenakan.

3. Menentukan warna.

Warna jaket juga bisa mencerminkan si pemakai. Umumnya warna jaket yang pas untuk pria adalah yang memiliki unsur gelap. Karena jaket berwarna gelap bisa mencerminkan kegagahan pria selain juga tidak terlihat cepat kotor saat dipakai. Namun memilih jaket berwarna gelap juga tidak bisa menjadi patokan dasar. Penggunaan warna-warna cerah pada jaket yang Anda pilih juga tidak akan masalah, namun terlebih dahulu sesuaikan terlebih dahulu dengan warna kulit masing-masing. Sehingga jaket terkesan menarik dan serasi saat dipakai. 

4. Ukuran yang pas.

Mengenakan jaket yang berukuran pas dengan tubuh tentu akan menunjang penampilan Anda. Untuk itu tidak ada salahnya saat Anda berbelanja outfit yang satu ini, untuk mencoba di tempatnya langsung. Sehingga jaket yang Anda beli memang sudah benar-benar pas untuk ukuran tubuh Anda. Jika Anda membeli secara online, jangan ragu untuk menanyakan kepada si penjual detail ukuran jaket yang Anda incar.

5. Menyesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Terakhir Anda bisa menyesuaikan budget yang Anda miliki saat membeli jaket pria terbaru. Sedikit tips sebelum memilih jaket, sebaiknya tentukan terlebih dahulu budget yang Anda anggarkan untuk membeli jaket. Setelah mengetahui jumlah anggaran yang dipersiapkan, selanjutnya Anda bisa memilih diantara jaket-jaket yang tersedia dengan kisaran harga yang sudah ditentukan tadi. Hal ini untuk menghindarkan Anda menemukan jaket yang sesuai namun dengan harga yang di luar ekspektasi Anda.

6 Keuntungan Dari Media Sosial Selain Sisi Negatifnya

6 Keuntungan Dari Media Sosial Selain Sisi Negatifnya

Mungkin kita telah terbiasa mendengar sederetan "kabar buruk" yang mengikuti keberadaan telepon selular dan akses ke media sosial.

Mulai dari potensi pemicu depresi bagi penggunanya, merusak hubungan sosial, hingga dampak buruk bagi kualitas tidur.

Namun, di antara semua keburukan itu, sesungguhnya tidak melulu hal negatif yang muncul dari keberadaan media sosial.

Ada hal-hal yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan berdampak positif bagi kesehatan, selama kita bisa menggunakan media sosial dengan bijak.

Cobalah simak uraian di bawah ini. Tentu sulit untuk tidak setuju dan mengamini bahwa media sosial bisa menjadi sesuatu yang mendatangkan benefit yang mengagumkan.

1. Media sosial bagi manula

Keberadaan media sosial diyakini telah menjadi alat, atau pembantu bagi para kaum "manula" untuk merasa tak terlalu terisolasi dalam kehidupan ini.

Mungkin bagi kebanyakan dari kita pernah merasa, terkadang media sosial justru membuat kita sepeti sendiri dan terisolasi.

Tapi, pernahkah pula kita membayangkan, manfaat medsos bagi mereka yang sudah berusia lanjut?

Sungguh, sebuah akun Facebook -misalnya, bisa mendatangkan dampak yang sebaliknya bagi mereka.

Sebuah penelitian yang digelar di Inggris mempelajari dampak dari kepemilikan sebuah komputer terhadap sebuah kelompok responden yang terdiri dari orang-orang berusia 60-95 tahun.

Hasilnya, ada efek yang luar biasa baik bagi kelompok responden tersebut.

Mereka yang dilatih untuk menggunakan komputer mengalami akselerasi dalam hal perasaan bangga terhadap kompetensi personal.

Lalu, mereka pun kian berpartisipasi dalam lebih banyak aktivitas sosial. Kemampuan kognitif pun meningkat, dan mereka menunjukkan identitas pribadi yang lebih baik.

"Orang yang terisolasi secara sosial atau yang mengalami kesepian lebih rentan terhadap penyakit dan penurunan kondisi kesehatan."

Demikian dikatakan Dr. Thomas Morton, pimpinan dalam penelitian itu, seperti dikutip laman care2.com.

"Berangkat dari pemahaman itu, menemukan cara untuk membangun koneksi sosial menjadi hal yang amat penting."

Studi ini, kata Morton, telah menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang berguna untuk mewujudkan koneksi sosial.

Media sosial mendukung para manula untuk bersosialisasi yang akhirnya mendatangkan dampak yang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

2. Penderita penyakit kronis

Para penderita penyakit kronis tidak hanya menggunakan internet untuk mempelajari kondisi kesehatan mereka.

Namun, internet pun digunakan untuk terhubung dengan orang lain yang mengerti tentang apa yang mereka alami.

Dengan media sosial, mereka bisa meneliti biaya perawatan kesehatan, dan berdiskusi terkait kondisi mereka.

"Kelompok pendukung online membantu saya mempelajari penyakit ini dan memberikan kenyamanan untuk mengetahui bahwa gejala saya tidak 'hanya di kepala saya', dan membantu saya mengambil langkah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kronis."

Demikian kutipan sebuah komentar dalam forum online.

Tak hanya itu, ada pula yang mengaku sebagai warga di kota terpencil dan keberadaan forum online amat membantu dia dalam melawan penyakit kronisnya.

"Dengan internet, saya terbantu untuk menemukan orang lain yang mengalami kondisi yang sama dengan saya," begitu bunyi kesaksian tersebut.

3. Tujuan mencapai kesehatan

Berniat lari sejauh lima kilometer? Atau mungkin ingin menurunkan berat badan 10 kilogram?

Ada banyak aplikasi yang mendukung "cita-cita" itu.

Nah, sebuah penelitan mengungkap, mereka yang sedang berusaha menurunkan bobot tubuh dan membagikan perkembangannya di media sosial, mengalami akselerasi yang lebih cepat.

Kondisi itu -tentu saja, dibandingkan dengan mereka yang melakukan upaya serupa, namun hanya diam dan tak menyentuh media sosial.

Jadi, dukungan sosial memang memiliki arti yang penting dalam mendongkrak motivasi.

Untungnya, dukungan sosial itu kini tak mesti berupa interaksi tatap muka saja, bukan begitu?

4. Mempererat hubungan

Mungkin saja, 80 persen dari waktu kita berselancar di Facebook dipakai untuk memeriksa seberapa sukses, atau seberapa botak karib kita di masa SMA dulu.

Terlepas dari fakta itu, media sosial masih memiliki fungsi penting lainnya dalam menjaga tali silaturahmi.

Sebuah studi di Amerika Serikat terhadap 900 mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi mengungkap, 47 persen responden mengaku berkomunikasi dengan kawan yang menetap di daerah lain.

Lalu, ada 28 persen yang mengaku berkomunikasi di Facebook dengan orang-orang di kota yang sama.

Dan, ada 35 persen yang mengaku berkomunikasi dengan keluarga di Facebook.

5. Medsos dan dokter

Banyak dokter yang juga menggunakan media sosial untuk tujuan profesional.

Sebagian dari jumlah itu mengaku memakai medsos demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien.

Dengan demikian, dapat kita lihat bagaimana dokter akan memberikan layanan yang lebih baik bagi pasien, termasuk dengan metode pelayanan terkini dan efektif.

Hal itu dapat lebih mudah mereka dapatkan, berkat koneksi dengan sesama anggota komunitasnya.

6. Menebar kebahagiaan

Dalam analisis data unggahan di Facebook, terungkap bahwa suasana hati menyebar, dan pembaruan status positif sebenarnya memiliki dampak yang lebih besar dari yang dikira.

Setiap unggahan positif menyebarkan hal positif dalam jumlah yang lebih signifikan dibandingkan unggahan negatif.

"Saya pikir secara keseluruhan ini adalah kabar baik karena hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki mekanisme yang sekarang tidak kita miliki 10 tahun yang lalu."

"Mekanisme ini dapat secara dramatis memperkuat pesan positif yang kita kirim dan yang kita terima," kata peneliti James Fowler kepada Fast Co.Exist.