Ketahui Pakem dan Larangan Sebelum Pakai Kebaya dan Kain Batik

Ketahui Pakem dan Larangan Sebelum Pakai Kebaya dan Kain Batik

Kebaya dan kain tradisional seringkali menjadi pilihan busana untuk menghadiri beragam acara resmi. Namun ternyata, memakai kebaya dan kain tak bisa dilakukan dengan "sembarangan".

Ada beberapa pakem, bahkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Salah satu inisiator gerakan "Perempuan Berkebaya", Lia Nathalia menuturkan, pada dasarnya kebaya adalah pakaian dengan kancing di bagian depan.

Sehingga, jika ada kebaya dengan kancing atau penutup di bagian belakang, samping atau variasi lainnya sebetulnya tak bisa disebut kebaya.

"Yang disebut kebaya intinya yang menutup di depan, bukaannya di depan."

"Jadi kalau dibuka di belakang bukan kebaya. Fesyen mungkin, tapi kebaya tidak," ujar Lia saat ditemui dalam sebuah acara di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Kamis (8/3/2018) kemarin.

Untuk datang ke acara resmi, menurut dia, ada beberapa pakem. Salah satu pakem umum adalah cara memakai kain tradisional.

Untuk perempuan, kain harus menutup dari kiri ke kanan. Sementara, untuk laki-laki dari kanan ke kiri.

Meskipun, pada beberapa acara resmi di Yogyakarta dan Solo hal itu berlaku sebaliknya.

Pakem lainnya, misalnya saat berkunjung ke keraton Yogyakarta atau Solo, jangan memakai batik bermotif parang. Sebab, semakin besar ukuran parang, maka kain itu diperuntukkan bagi raja.

Larangan lainnya adalah tidak memakai batik berwarna cokelat, misalnya Sido Asih, untuk datang ke acara pernikahan. Sebab motif batik tersebut pada umumnya digunakan oleh pengantin.

Jika mau aman, kata Lia, dengan memakai batik pesisir. Seperti Pekalongan, Cirebon, Lasem, dan lainnya.

"Untuk ngakalin misalnya kita enggak tahu, pakailah batik pesisir. Aman, tidak bakal salah," ucap dia.

Lebih jauh Lia mengatakan, memakai kebaya dan kain sebetulnya tidak ribet. Tidak ada aturan khusus untuk memasangkan kebaya dan kain sebagai bawahannya.

Ia pun pada acara kemarin memadukan kebaya Jawa Tengah dan kain Lombok. Jadi, orang memang bisa dengan bebas memadupadankan kebaya dan batik sesuai selera.

"Saya modifikasi, enggak masalah. Warna juga. Kecuali mau ke acara resmi," tutur anggota Komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku itu.

Sementara untuk ukuran kebaya, Lia melihat ada kesalahan persepsi di masyarakat bahwa mereka yang memakai kebaya haruslah yang memiliki tubuh ramping dan ideal.

Padahal, banyak orang di zaman dahulu memakai kebaya dalam ukuran yang longgar. Bahkan dengan garis bahu yang turun hingga ke lengan atas.

"Banyak faktor yang membuat orang salah persepsi, dan akhirnya membuat orang jengah dalam berkebaya dan berkain," tuturnya.

5 Tips Bagi Kamu yang Berencana Menetap di Kapal

5 Tips Bagi Kamu yang Berencana Menetap di Kapal

Anda memiliki rencana untuk tinggal di sebuah kapal kecil terapung yang diikat di dermaga? Mungkin beberapa tips yang diberikan Erica dan Scott Magdalein dapat Anda ikuti.

Seperti dikutip dari Curbed, mereka membeli sebuah kapal pacu berukuran 43 kaki, yang disebut The Wanderer, dari Craigslist pada tahun 1979.

Setelah itu, mereka memulai perjalanan mengarungi lautan tanpa bantuan listrik, internet, dan juga air.

Setelah delapan bulan merenovasi kapal dan berada di atas laut selama setahun penuh, keluarga dengan empat anak ini memiliki sejumlah tips tentang bagaimana hidup di kapal secara istimewa.

Berikut tips yang dapat diikuti:

1. Buatlah ruang terpisah untuk setiap aktivitas berbeda

Di dalam ruangan seluas 258 kaki persegi, The Wanderer memiliki banyak sudut dan ruangan berbeda yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Namun yang terpenting, kapal itu memiliki dua kamar tidur di kedua ujungnya, dengan pintu geser untuk menutup sepenuhnya dari sisa kabin.

Di ruang keluarga, terdapat sebuah platform tinggi yang menghadap ke busur kapal yang telah diubah menjadi lokasi bermain Lego, truk atau mainan lainnya yang dibawa oleh kedua anak lelakinya.

Ruangan tersebut telah ditinggigkan, sehingga terpisah dari ruang tamu dan dapur gabungan, yang memberikan Scott dan Erica sebuah ruang untuk menyelesaikan segala yang mereka kerjakan.

2. Pikirkan tentang bagaimana Anda akan menggunakan ruangan Anda

Selama proses renovasi, Scott dan Erica mengganti meja yang ada dengan meja geser yang dapat disembunyikan.

Itu lebih masuk akal dalam menunjang gaya hidup mereka, karena mereka ingin ruangan yang dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin dalam kapal tersebut.

Di samping itu, meski kapal itu dilengkapi dengan dua kamar mandi, mereka memutuskan mengubah salah satunya sebagai ruang cuci.

Pasalnya, mencuci pakaian di dermaga dapat menghabiskan biaya hingga 6 dollar AS per sekali cuci.

3. Carilah barang di pasar loak 

Sebagian besar barang yang mengisi kapaltersebut berasal dari pasar loak Florida. Bagi mereka yang tidak tinggal di dekat pasar loak khusus perahu, Scott dan Erica merekomendasikan West Marine, yang mereka sebut sebagai "Wallmart of the boat world".

Bagaimanapun, tujuan mereka mengisi barang-barang tersebut untuk menjadikan kapal tersebut serasa rumah tinggal sebenarnya.

Jadi, di antara perlengkapan khusus perahu, mereka juga menggantungkan lampu senar, permadani, bahkan memasang beberapa gambar layaknya suasana tinggal di apartemen terdahulu.

4. Mengharapkan petualangan laut berbatu atau tetap berlabuh?

Hidup di laut berarti anda tidak akan memiliki akses yang cukup terhadap listrik, sumber air, internet, hingga perlindungan dari perubahan cuaca secara drastis.

Sebenarnya, ada banyak perbedaan antara benar-benar tinggal di kapal di atas laut dengan hidup di kapal namun berlabuh di marina.

Ia menyarankan, bagi yang masih pemula, mungkin kehidupan di kapal yang bersandar di marina cocok bagi Anda.

5. Rangkul kedekatan hidup di atas kapal

Di kapal, ada lebih dari sekedar ruangan kecil yang akan memaksa Anda dan rekan, untuk bekerja lebih dekat satu sama lain.

"Mungkin kalau di apartemen kecil, Anda bisa selalu cepat-cepat menuju ke luar dan berjalan-jalan. Tapi di atas kapal, Anda akan sedikit lebih sulit," kata Scott.

Setelah 12 tahun menikah, tinggal di atas kapal telah membuat hubungan kekeluargaan mereka semakin dalam.